Sumur resapan air hujan adalah prasarana untuk menampung dan meresapkan air hujan ke dalam tanah (SNI 03-2453-2002). Konsep dasar sumur resapan pada hakekatnya adalah memberi kesempatan dan jalan bagi air hujan yang jatuh di atas suatu lahan untuk meresap ke dalam tanah dengan jalan menampung air tersebut pada suatu sistem resapan. Berbeda dengan cara konvensional dimana air hujan dibuang/dialirkan ke sungai kemudian diteruskan ke laut. Sumur resapan ini merupakan sumur kosong dengan kapasitas tampungan yang cukup besar sebelum air meresap ke dalam tanah. Dengan adanya tampungan, maka air hujan mempunyai cukup waktu untuk meresap ke dalam tanah, sehingga pengisian tanah menjadi optimal.
Penggunaan sumur resapan memberikan banyak keuntungan terutama sebagai usaha konservasi air tanah yang dapat menekan intrusi air laut terutama daerah yang berdekatan dengan pantai. Semakin banyak air yang diresapkan, limpasan permukaan menjadi semakin berkurang sehingga menurunkan potensi terjadinya genangan/banjir. Manfaat lain yang diharapkan dari sumur resapan adalah mencegah terjadinya penurunan muka tanah (land subsidence), dimana tanah menjadi turun (ambles) akibat pori-pori tanah yang semula diisi oleh air menjadi hampa dengan udara akibat penurunan muka air tanah. Hal ini terjadi apabila dilakukan pengambilan air tanah secara besar-besaran tanpa melakukan konservasi terhadap air tanah.
Perancangan dimensi sumur resapan dilakukan berdasarkan prinsip keseimbangan air/kontinuitas antara air yang masuk ke dalam sumur dengan air yang meresap ke dalam tanah. Salah satu pemanfaatan sumur resapan ini dapat dilakukan untuk pekarangan rumah.
Gambar 1. Ilustrasi sumur resapan untuk rumah
Metode Sunjoto (1988)
Persamaan yang diajukan Sunjoto (1988) untuk menghitung dimensi kedalaman sumur resapan dari beberapa parameter yang diketahui adalah sebagai berikut.
dimana:
H : tinggi muka air dalam sumur (m)
F : faktor geometrik (m)
K : koefisien permeabilitas tanah (m/jam)
T : durasi dominan hujan (jam)
R : jari-jari sumur
Q : debit air masuk ke sumur, dimana Q = C I A (m^3/jam)
C : koefisien limpasan (run-off)
I : intensitas hujan (m/jam)
A : luas atap (m^2)
Faktor Geometrik
Faktor geometrik adalah mewakili keliling serta luas tampang sumur, gradien hidraulik, keadaan perlapisan tanah serta kedudukan sumur terhadap perlapisan tersebut serta porositas dinding sumur dinyatakan dalam besaran radius sumuran.
Faktor geometrik sumur resapan untuk kondisi yang berbeda dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Faktor geometrik sumur resapan
Contoh Hitungan
Rancang dimensi sumur resapan untuk menampung air dari atap seluas 300 m2 dengan data sebagai berikut.
K = 1,5 x 10^-4 m/detik
I = 100 mm/jam
T = 2 jam
F = kondisi 3a (lihat Gambar 2)
R = 50 cm
C = 0,95
Penyelesaian
Debit air yang masuk ke dalam sumur adalah:
Q = C x I x A
= 0,95 x (100/1000) x 300
= 28,50 m^3/jam
Menghitung kedalaman air di dalam sumur
H = (28,5/(3,14 x 0,54)) x (1 – exp(- 3,14 x 0,54 x 2/(3,14 x 0,5^2)))
= 16,8 m
Kedalaman air di dalam sumur dirasa cukup tinggi. Apabila muka air tanah berada pada kedalaman 5 m dari muka tanah, maka sumur resapan perlu dibuat menjadi sistem seri dimana masing-masing sumur dengan H = 5 m. Maka jumlah sumur resapan yang diperlukan untuk sistem seri tersebut adalah n = 16,8/5 = 4 buah.
Untuk daerah dimana muka air tanahnya tergolong dangkal, maka sistem resapan dapat menggunakan parit resapan.


Salut dengan Bapak, update dan perbanyak lagi Pak tulisannya, enjoy membacanya, sangat mudah dimengerti dan dicerna
Iya, selalu disempatkan untuk menulis dan update blog ini
. Oya, saya lihat IMS sudah dapat domain dan hosting website dari ICT. Selamat ya, semoga mendukung kegiatan mahasiswa
.Jangan lupa ucapkan terima kasih sama pak Candra. 
Pingback: Aware terhadap Pilihan Air Layak Konsumsi « Secangkir Teh Susu
kalau misal di daerah pegunungan yg jg mengalami kesulitan air bisa ga dibuat sumur resapan?
kalau memang kurang tepat utk pembuatan smur resapan,alternatif solusi apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah kesulitan air bersih?
mohon informasinya
terima kasih